Selasa, 26 Agustus 2008


Merdeka atau Mati .... atau Diam di Tempat?


Heran bangsa ini... sudah merdeka 63 tahun tapi penduduk di dalamya masih saja kurang didik. Termasuk saya, yang terjerembab kurikulum pendidikan aneh yang diset sejak jaman nenek moyang. Apa musabab? Feodalisme yang begitu kentalnya telah membentuk karakter manusia bukan unggulan. Kalah bersaing itu mah biasa... Untuk menjual dirinya sendiri masih ragu. Wajar lawan bicara pun ragu dan memandang sebelah mata. Apa pasal?? Kebanyakan dari kita melarikan diri ke arah berlawanan dengan nilai yang diajarkan orangtua, sumber terdekat kita di keluarga inti. Mental tidak berani membantah dan bicara lantang sungguh mengakar. Seperti perangko yang begitu kuatnya menempel. Saking kuatnya bingung untuk merobeknya pelan-pelan, takut rusak... Takut bicara, takut salah dan beribu takut lainnya. Seperti pola... siapa yang salah? Tidak ada yang perlu disalahkan. Semua terkait.
Dengan penuh keyakinan euphoria agustus datang... Merdeka... Merdeka... !! Arus informasi terkait dengan derasnya terasa, di media, tempat hiburan, di sudut-sudut jalan. Berantakan tanpa hilang wujud.... dalam balutan merah putih semua tampak. Semua kamuflase banyak cakap seolah pakar pun marak. Hmmmmhh.... Apa sudah pantas keyakinan itu menghampiri, jika kita masih belum bisa menyuarakan isi hati kita dengan seutuhnya, kapitalisme negara luar marak disana-sini, perut kosong sambil menadahkan tangan yang terlalu banyak untuk dihitung dengan jari, pornografi dan penyimpangan seksual yang menakutkan dimana orang-orang yang kita kagumi terlibat, antri minyak tanah dan menunggu diberi sangu mewabah, korupsi di Dewan Kehormatan pilihan rakyat seperti efek bola salju, wwuiihh... orang yang kita pilihnya itu loh yang nggak nahaannnn.... bener-bener jeruk makan jeruk..... ?? Jadi kita ini merdeka atau ..... mati ??
Ingat jargon Merdeka atau Mati dari para pendiri ngeri rasanya..... jika hanya ada dua pilihan untuk kondisi bangsa kita saat ini... Terlalu cinta saya dengan negeri ini, tempat saya dilahirkan dan menjalani life event penting selama 32 tahun belakangan. Terlalu banyak harapan saya untuk kemajuan Indonesia di kemudian hari. Banyak terlalu... untuk Indonesia. Sulit sekali wajah negeri ini berubah. Lebih cantik dengan merawat diri dan membenahi dirinya. Wangi, enak dilihat, mbetahin, dinamis, pintar, elegan, mimpi indah itu jangan pernah hilang ya wahai orang-orang di dalamnya.... Kemajuanmu adalah kemajuan untuk saya... untuk anak dan keturunan saya nanti. Apa jadinya jika diam di tempat terus terjadi sampai saya tidak ada nanti. Aduh.... sedih... gimana nasib Luna dan anak saya lainnya nanti pak pemimpin?? Apa mereka harus pergi dari sini dibesarkan di Indonesia dengan kurikulum internasional kemudian dinikmati kontribusinya oleh bangsa lain di luar merah putih kita?
Ayo doung berubah dengan semangat itu .... Merdeka atau Mati.... berubah tuju bangsa adil dan makmur. Saya juga melebur dengan proses perubahan itu lewat kontribusi saya di keluarga, pekerjaan dan sosial saya dengan pribadi merdeka yang seutuhnya...
Saya Terlalu Cinta Kau dan Dia
ERS,
nunggu boss nebeng bareng mpe uki, di selasa malam yang sepi

Selasa, 12 Agustus 2008

QuO VAdis



Banyak celah, ketika salut datang...
Menutupi semua kekurangan.
Indah terlihat menyelimuti mata hati.
Tidak tampak dalam kata.
Sulit ditepis, ampuh tak ada daya lawan.
Terlihat jelas semua karena aku punya X-ray.
Melekat sudah, terlampir dalam…
Tak perlu pengakuan, kulit bersentuhan, waktu jajak berlama-lama.
Tak butuh itu.
Aku adalah sebelah dari magnet yang lain.

Lebih tak masuk akal lagi ketika paranoid menyerang.
Ketakutan yang teramat hebat.
Saat rasa kehilangan mengalahkan.
Jangan pergi utuh tuk selamanya.
Jangan… sekarang atau nanti.
Aku butuh …
Mana penangkalnya???
Jangan muncul sekarang.
Sampai aku tau...
Kemana dia perginya….



ERS,
di Selasa sore, pas gak ada boss, 12 Agustus 2008

Minggu, 03 Agustus 2008

My Lovely AwLuna Ramadhya in Persistency


Harapan adalah daya tarik yang sangat kuat karena saya yakin harapan menarik segalanya kepada kita… So saya harus mengharapkan dan memikirkan sesuatu yang saya inginkan, saya tidak akan mengharapkan dan memikirkan sesuatu yang tidak saya inginkan… Kenapa? Karena DIRI KITA adalah akibat dari apa yang sudah kita pikirkan (Buddha; 563-483 SM). Walah, dalemmmm amat….

Harapan saya terhadap keluarga inti saya sangat besar… Dalam rumah saya sekarang, ada saya, suami saya, anak saya dan ibu mertua… Template nya seperti itu sejak Oktober 2004. Cinta dimulai dari rumah. Pentingnya peran keluarga dalam kehidupan kita, itu tidak bisa dipungkiri lagi…. Saya mensyukuri format keluarga saya saat ini, di Jakarta… tinggal jauh dari orangtua saya di Bandung. Banyak sekali hal-hal yang berada di luar jangkauan saya jika format ini tidak ada…. Luna muncul ke permukaan dalam konteks ini. Siapa yang akan menjaga Luna? Saya tidak bisa tenang jika ibu mertua saya tidak ada di rumah……. Tanpa beliau saya bisa tidak berdaya? Duh, saya masih berada di wilayah kenyamanan saya untuk hal ini….. maaf….

Luna di hari libur berbeda sekali dengan Luna di hari kerja. Sangat berbeda. Very demanding in every single thing. Saya tahu dia berusaha untuk mencari perhatian saya…. Minggu malam kemarin, dia berceloteh… yang cukup bikin saya terperangah… “Mama bobonya di bawah aja sama Papah. Mamah Papah kan saling mencintai, jadi bobonya harus sama-sama….”. Ya ampuuunnn… dari mana dia bisa menyebutkan kata “mencintai” seperti itu?? Dampak Upik Abu dan Laura nih kayaknya…. yang selalu ditongkrongin Luna setiap sore… Ampuunn… ini salah satu kelemahan saya…. gak bisa menahan dia untuk stay tune depan tipi…. Wealah…

Saya baru menyadari bahwa saya dan suami memang terbiasa tidur berbeda kasur. Hahahaha… Kebiasaan buruk. Secara tidak langsung Luna menyindir kita minggu kemarin, yang selalu tidur di kasur yang terpisah…. Aduh, habit itu bener-bener bisa membentuk karakter ya? Susah juga, secara suami saya gak kuat AC… tapi kuat begadang dan pulang malam nyaris setiap hari? Hahahaha…. Hebatt!

Satu hal yang saya kagum dari Luna… dia sangat persisten untuk setiap hal yang dia inginkan dan pertahanannya untuk itu sangat kuat. Kemarahan saya dan papanya tidak akan membuatnya gentar… Darimana gen itu berasal … ? Kita bingung… Harus sabaaaaaaaaaarr mengatasi Luna… Saya belum menemukan kiat jitu menghadapi Luna untuk satu hal itu. Saya tidak berdaya menahan semua keinginannya. Saya lemah untuk hal satu ini… Evie, si penghindar konflik selalu menyerah menghadapi pertahananan Luna.

Seperti hari ini…. Rencana saya jalan kaki sore sampai ke Taman Pemuda Cibubur gagal karena Luna… Luna histeris, dengan gayanya yang khas meraung-raung memanggil saya sepanjang jalan Sakura II… Luna, Luna… Mamah emang selalu gak berdaya ngadepin protes kamu… Mamah berdoa semoga waktu bisa bikin Luna dewasa … Mamah yakin kamu bisa mengerti dan dimengerti untuk semua hal urusan kamu nanti….

Tapi dari semua hal yang ada di kamu Luna, cuma satu hal yang paling sulit Mama atasi…. Setiap kamu tanya “Mah, Papah lagi dimana Mah?” Bingung mamah mesti jawab apa sayang… ? Maaf yaa…. Pun Mamah lemah lagi di satu hal itu............

PENGERUCUTAN ITU SEMUA BERHILIR DI KAMU SAYANG….
ERS,
di minggu malam yang dingin, 3 Agustus 2008