Senin, 22 Desember 2008

Tembok

Tembok itu sangat tinggiiii... sulit dijangkau. Mencoba menyentuh permukaannya butuh daya ekstra. Diisi berulang pun daya itu, tetap tak bergeming. Tak terjamah, tetap sulit jangkau. Berhasil aku berdiri di atasnya dengan coba menapakinya tertatih-tatih tapi belum juga sampai di puncaknya. Pelan, melambat... cepat, pelan, merunduk... menyesuaikan menyesuaikan menyesuaikan... tapi usaha yang dikeluarkan belum ada hasilnya. Ambrol kembali ke titik awal. Arusnya mengalir ke titik itu-itu saja... turuuunn deras meluncur ke bawah. Aku tidak habis pikir. Banyak tembok kutemui... aku berhasil mencapai puncaknya. Pencerahan itu bisa mereka dapatkan. Perasaan lega itu terlihat jelas dari reaksi mereka di akhir pertemuan. Tapi mengapa tidak pernah ada raut itu tersirat dari tembok tinggimu?

Tembok itu jelas terlihat angkuh... Siap menebar ketakutan yang bisa membuat orang tergelincir, terjatuh dan sakit luka dalam.... sampai susah tidur berhari-hari. Menoleh ke arahmu selalu membuat orang-orang ragu untuk mendekat, walaupun megahnya pernak-pernik itu menghiasi tembokmu... tapi banyak yang tidak mau berlama-lama ada di dekatmu. Kerasss... susah ditembus, siap meradang kapanpun letupan itu datang. Orang malas menapaki dinding kerasmu yang bisa menghujam ulu hati yang terdalam pada siapa saja yang siap dan tidak siap... Yang siap hanya bisa memaklumi, yang tidak siap hanya bisa tertunduk dalam sambil coba berhati besar memaklumi kasarnya dinding kerasmu itu.

Titian anak tembokmu kau pelihara menjadi sangat kuat. Mereka belajar banyak dari caramu membesarkan mereka. Tanpa ajaran itu mereka tidak akan jadi seperti sekarang. Bisa sekuat itu tidak lepas dari pengaruhmu. Kemandirian, tidak mau merepotkan dan toleransi besar itu nyata ada pada mereka. Mereka bicara padamu dengan suara rendah tapi kau balas dengan suara keras. Ada saja pertentangan itu... Aku tahu, alam lah yang membuatmu seperti ini. Dibalik kekokohan itu... aku tahu sebenarnya kau rapuh di dalam.... Hanya titianmu yang mau menemanimu di gelapnya malam dan teriknya siang. Mereka akan selalu ada untukmu, walaupun kau sukar dimengerti...
I love You... in my heart and still...
*bersambung

Senin, 15 Desember 2008

Begaul yuk…

Bahwa kendati pun mereka dinyatakan mati, namun persahabatan dan pertemanan mereka, dalam arti yang paling baik, masih selalu ada, karena abadi (More Fruits of Solitude, William Penn).

Ada seorang teman yang baca blog saya bilang kalau bahasa saya di blog ketinggian, sulit dimengerti… gak ngerti apa maksudnya katanya… dan ketika saya coba reconfirm, memang penafsiran mereka suka agak-agak melenceng dari pesan yang ingin saya sampaikan. Hahahaha…. Gak papa, apa yang saya sampaikan memang tidak butuh dipahami. Just read. Siapa tau di siklus yang berbeda bisa nangkep apa esensinya. Hihihi… Oke deh… saya adjust untuk nulis sesuatu kali ini…. Bahas seputar pergaulan dan pertemanan dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Lagian emang gak ada energi juga buat nulis berat-berat hari ini… Secara semalem bis ajep-ajep ma Pipih & Luna di rumah saja… lumayan keringetan… Luna dengan semangatnya ngajarin kita fashion show dengan pose-pose yang ajaib… tapi yah kita ikutin aja tuh demi nyenengin sang Luna dan menghindari protesnya… Bener mbak aud, denger lagu Sexy, suddenly gw inget elu… hehehe…

Balik yuuk… Saya sangat bersyukur termasuk orang yang cepat copying… ini blog saya sendiri, boleh doung sedikit cerita apa kekuatan saya… hehehe... Iya copying terhadap masalah juga perasaan saya di saat gundah gulana mendera. Ada yang bisa release dalam hitungan hari… tutup buku, selesai sudah. Ada juga yang butuh waktu berhari-hari.... Itu memang butuh latihan…. Hal itu membantu saya dalam membina hubungan dengan orang lain. Seburuk-buruknya pengondisian di luar sana menimpa saya, saya tidak akan larut terlalu lama mengatasinya. Alhamdulillah, Alloh masih sayang sama saya… Selalu dimudahkan semua urusan saya selama ini. Begitu juga orang lain tidak akan merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan terhadap saya. Bukan basa-basi, tapi memang release no hurt feeling at all…. Tulus.

Setiap orang memang berbeda. Tetapi ada satu faktor besar kalau kita pengen sukses dan bahagia katanya… Semua bermuara ke ORANG LAIN. Bahkan Marthin Luther King, Jr. sempet bilang begini, "Pertanyaan hidup yang paling bertahan lama dan mendesak adalah: Apa yang Anda lakukan untuk orang lain?". Sekedar punya pergaulan bukanlah jawaban katanya. Yang penting adalah cara membina hubungan dengan orang lain tanpa merusak egonya… Nah bagaimana saya dalam pergaulan saya…? Saya bukan orang yang terlalu suka bercerita banyak hal tentang saya sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain… saya lebih suka mendengarkan. Itu kunci utama bagaimana saya bergaul. Karena dari apa yang saya dengar, saya pasti mendapatkan pelajaran. Saya lebih suka memperkuat dan menyetujui apa yang orang sampaikan… dan nantinya mereka akan cerita mengalir dengan sendirinya. Tapi kalau saya ditanya soal saya, saya pasti akan cerita apa adanya… karena pada saat itu dia sudah siap mendengarkan saya bercerita… saya yang menjadi center nya… bukan dia… dan saya harus gunakan radar saya, untuk dapet insight apakah orang ini benar-benar SIAP atau tidak mendengar cerita saya… ngerti kan maksud saya? Sayangnya karena dasarnya manusia itu egois, keterampilan mendengarkan orang lain termasuk langka… mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian. Coba saja kita ingat-ingat lagi teman-teman kita… jarang kan yang bisa berperan menjadi seorang pendengar yang baik?? Kalau kita ingat siapa mereka, percaya lah kita maunya dekeet sama mereka terus… ya kan? Hehehe, berbahagialah pendengar yang baik.

Banyak teman bilang, hati-hati kalau bicara sama Evie… semua aib akan terbongkar. Hahahahaha…. Pernah ada pengalaman, atasan saya di kantor lama selalu meminta saya untuk dapetin info soal kondisi seseorang… Baik, karena tujuannya adalah untuk kebaikan… saya coba bangun hubungan dengan orang-orang itu. Yup, akhirnya saya punya gambaran komplit tentang orang itu sehingga kita tidak salah judgment ketika harus mengambil keputusan penting untuk mereka. Balik lagi ke niatnya ya… kalau niatnya baik pasti ujungnya juga baik. Amin. Kenapa hal itu bisa terjadi? Ya dari keterampilan mendengarkan orang lain… Saya bilang keterampilan, karena itu skill khusus dalam aturan negosiasi atau apapun yang berhubungan dengan orang lain setelah perasaan bahwa kita adalah orang yang bisa dipercaya oleh mereka. Bisa dipercaya itu proses tersendiri, tidak bisa dicampuradukkan disini… karena kepercayaan tidak bisa instan. Pasti paham maksud saya kan… ?

Mereka suka pengen tau apa rahasianya bisa seperti itu… Saya cuma jawab dalam bahasa yang sederhana untuk menginspirasi mereka. Baca buku doung… trus praktis berulang-ulang!! Mau tau bukunya apa? Ini nih… Ada dua buku yang paling masuk ke bahasa akal dan hati saya yaitu “The Art of Dealing with People nya Les Giblin” yang mengajarkan seni membina hubungan untuk meraih sukses dan bahagia, sama “25 Ways to Win with People nya John C. Maxwell & Les Parrott” yang banyak mengulas tentang cara-cara membuat orang lain merasa sangat berharga. Both are very recommended books, believe me. Sampai sekarang teman-teman saya masih suka share ma saya, tiba-tiba telepon atau ngajak ketemuan saat mereka ingin berbagi cerita dengan orang lain… Oya, soal teman… teman saya cukup banyak… saya bukan anak gaul yang gaul abis gitu, nggak… biasa aja… tapi gak butuh waktu lama buat saya untuk beradaptasi di setiap lingkungan baru yang saya masuki. Cuma sayangnya saya nggak punya sahabat… orang yang mau berbagi suka dan duka dengan saya… yang kalau saya sedih saya bisa menangis panjang di pelukannya… Yang kalau saya bahagia, they will be happy for me dengan tulus Pengen kenal orang kayak gitu… Terngiang-ngiang deh, “Sometime I feel like I don’t have a partner… Sometime I fell like mine only friend… quote from Red Hot Chilly Papers… “ kalau perasaan merasa sendiri saja itu datang…

Itu bukan jaminan memang… kalau hanya dibaca tapi tidak diterapkan sehari-hari… ya nol besar hasilnya. Jadi ujung-ujungnya tergantung pada apa kita mau membuka pikiran kita untuk mau menerima pencerahan dari luar?? Kalau mau buka pikiran bisa masuk, kalau masih ditutup aja tuh pikiran … ya gak masuk2 apapun stimulus dari luar…. Semoga kita jadi orang yang OPEN MINDED yaa tremans ….. Amin. Makanya saya suka saranin kalau orang yang susah ditembus ini mau diapain? Coba aja pake orang ketiga… siapa orang lain yang bisa dia dengar… Mungkin dengan orang itu egonya bisa sedikit diturunkan untuk mau terima pencerahan yang inspiratif… hehehe…

Jadi tanpa berlama-lama, saya tidak akan membahas tips begaul itu seperti apa yaa… Semuanya sudah dikupas jelas di dua buku itu… jadi bacalah… Semoga penasaran sama buku-buku itu. Great! Disitu dijelaskan tentang pentingnya senyum misalnya … ya senyumlah pada orang yang kita temui… niscaya orang yang kita lempari senyum akan ikut tersenyum… Percaya lah… proses internalisasi nya gak butuh waktu lama koq. Semua kembali ke mindset nya…
Hal yang paling terpenting dalam berhubungan dengan orang lain adalah mendengar apa yang tidak terucap.


ERS
Abis interview kandidat Brand Manager...

Rabu, 10 Desember 2008

Konflik Cinta Rumit

Ada pesan moril yang bagus dari filmnya Spiderman 2, waktu si Spidey ngobrol sama bakal musuhnya... Si Spidey dibilangin gini oleh beliau.... "Sangat menyakitkan serumit cinta hanya dipendam di dalam hati...". Dia tertegun... sebentar dia bercerita menenangkan dirinya sendiri. Lalu dia pun mulai mengatur strategi untuk mengutarakan isi hatinya pada sang pujaan hati yang akan mentas di panggung drama nanti malam... Dia berlatih keras di depan cermin dalam kamarnya, berulang-ulang.... Semangatnya begitu menyala untuk release the energy yang selama ini tersimpan rapi tanpa gores. Ditengah gebu menuju pementasan tiba-tiba saja radarnya menyala, kalau sesuatu yang berbahaya telah terjadi... ibarat perhatian yang tiba-tiba saja teralihkan, dia harus bergegas menuju tempat lain.... menjauh dari tempat yang dituju...

Sekawanan penjahat dalam balutan panik dan ketergesaan meluncur deras membawa mobil untuk melarikan diri dari kejaran polisi. Penjahat yang digambarkan sangat brutal itu men dar der dor siapa saja yang menghadang... Spidey tidak bisa tinggal diam, sekelompok orang membutuhkan bantuannya.... Dia harus rela menghabiskan waktunya meninggalkan cintanya yang masih bertengger di dalam hati untuk kepentingan orang lain yang lebih membutuhkannya. Dia kejar para penjahat itu dan berhasil meringkusnya dalam sekejap. Dia keluarkan senjata pamungkasnya dengan menjulurkan jaring laba-laba andalannya dan penjahat pun terjerembab seketika. Suksess...

Lalu Spidey berbalik arah, radarnya bergegas menuju cintanya yang sedang menunggu janjinya untuk melihat pementasannya malam itu. Malang tak dapat ditolak... si petugas tiket masuk dengan wajah mendongak malah mengerjainya bertubi-tubi... Semua dilakoni dengan sabar. Tapi walhasil dia tetap tidak boleh masuk, karena door sign menunjukkan kalau yang terlambat tidak boleh masuk, bisa membuyarkan konsentrasi para pemain katanya... Dengan sekuat tenaga dia berusaha meyakinkan si petugas untuk menghindari kekecewaan sang wanita pujaan dan menyebutkan kalau sang wanita sangaatt menginginkan kehadirannya malam itu. Tetap si petugas tak bergeming untuk mengabulkan permintaannya. Tidak Suksesss....

Spidey menunggu sang wanita pujaan di anak tangga seberang jalan. Lama dia menunggu sambil beberapa kali menoleh ke arah jam tangannya. Kemudian dia bergegas berdiri begitu melihat sang pujaan menoleh kanan kiri seperti mencari seseorang yang dia tunggu persis di koridor seberang jalan. Spidey mencoba mendekati cintanya... namun dalam hitungan detik dari arah berlawanan seorang pria mendekati pujaannya. Ekspresi kaget, lama tak berjumpa, saling memeluk dan cium pipi kanan kiri terlihat nyata di depan mata.... Sang cinta pun pergi meninggalkan koridor, namun masih sempat menoleh kanan kiri untuk mencari seseorang yang sedang ditunggunya....

Tiga bunga lili putih yang sudah disiapkan pun menyentuh aspal jalan... berserakan.... Seperti hatinya yang luluh lantak berantakan malam itu. Energinya lagi-lagi tidak bisa disalurkan. Dia tidak bisa ekspresif lagi malam itu gumamnya... Dia hanya bisa menatap nanar melihat cintanya yang hilang pelan-pelan dari pandangannya bersama pria lain. Dia jalan terpekur menyusuri jalan, sambil merenungi apa yang terjadi malam itu.

Cinta memang butuh pengorbanan. Sekeras apapun pengorbanan itu dilakukan, pada akhirnya kembali lagi ke tujuan Spidey menjalani hidup. Apakah hidup untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan orang lain adalah melulu harus di atas segalanya bagi si Spidey?? Atau kebahagiaan wanita pujaannya lebih utama di atas segalanya? Dia tidak sampai hati untuk membiarkan sang wanita masuk dalam lingkup kehero'annya... Saking cintanya pada sang wanita dia tidak mau, satu goresan saja dari musuh bebuyutannya mengenai si pujan hati.... Di antara dua hilir itu dia hanya bisa berdiri di hulu. Menahan konflik cinta rumit di dalam hati.


Ada yang harus dikalahkan untuk kepentingan banyak hal....


ERS
bersiap mau makan amigos sesegera mungkin....

Jumat, 05 Desember 2008

Hanya KAMU yang BISA

Tanpa terasa.....
Kau curi hatiku
Dengan berbeda caraMU
Menaklukan hati kecilku

Berjuta rayuan......
Yang pernah kurasa
Namun tak pernah tersentuh
Tak ada yang mengesankanku

Tapi semua berbeda
Saat KAU ada disini
Mempesonakan aku selalu

Hanya KAMU yang bisa
Membuat aku jadi tergila-gila
Membuat aku jatuh cinta
Karena tak ada yang lain sepertiMU

Berkali ku mencoba
Berpaling dengan mahluk indah lainnya
Namun tak pernah kurasakan
Bila seindah bercintaku denganMU....


as TIKET said, in Hanya KAMU yang Bisa...
I love that song.... so simple....


ERS