Ada pesan moril yang bagus dari filmnya Spiderman 2, waktu si Spidey ngobrol sama bakal musuhnya... Si Spidey dibilangin gini oleh beliau.... "Sangat menyakitkan serumit cinta hanya dipendam di dalam hati...". Dia tertegun... sebentar dia bercerita menenangkan dirinya sendiri. Lalu dia pun mulai mengatur strategi untuk mengutarakan isi hatinya pada sang pujaan hati yang akan mentas di panggung drama nanti malam... Dia berlatih keras di depan cermin dalam kamarnya, berulang-ulang.... Semangatnya begitu menyala untuk release the energy yang selama ini tersimpan rapi tanpa gores. Ditengah gebu menuju pementasan tiba-tiba saja radarnya menyala, kalau sesuatu yang berbahaya telah terjadi... ibarat perhatian yang tiba-tiba saja teralihkan, dia harus bergegas menuju tempat lain.... menjauh dari tempat yang dituju...
Sekawanan penjahat dalam balutan panik dan ketergesaan meluncur deras membawa mobil untuk melarikan diri dari kejaran polisi. Penjahat yang digambarkan sangat brutal itu men dar der dor siapa saja yang menghadang... Spidey tidak bisa tinggal diam, sekelompok orang membutuhkan bantuannya.... Dia harus rela menghabiskan waktunya meninggalkan cintanya yang masih bertengger di dalam hati untuk kepentingan orang lain yang lebih membutuhkannya. Dia kejar para penjahat itu dan berhasil meringkusnya dalam sekejap. Dia keluarkan senjata pamungkasnya dengan menjulurkan jaring laba-laba andalannya dan penjahat pun terjerembab seketika. Suksess...
Lalu Spidey berbalik arah, radarnya bergegas menuju cintanya yang sedang menunggu janjinya untuk melihat pementasannya malam itu. Malang tak dapat ditolak... si petugas tiket masuk dengan wajah mendongak malah mengerjainya bertubi-tubi... Semua dilakoni dengan sabar. Tapi walhasil dia tetap tidak boleh masuk, karena door sign menunjukkan kalau yang terlambat tidak boleh masuk, bisa membuyarkan konsentrasi para pemain katanya... Dengan sekuat tenaga dia berusaha meyakinkan si petugas untuk menghindari kekecewaan sang wanita pujaan dan menyebutkan kalau sang wanita sangaatt menginginkan kehadirannya malam itu. Tetap si petugas tak bergeming untuk mengabulkan permintaannya. Tidak Suksesss....
Spidey menunggu sang wanita pujaan di anak tangga seberang jalan. Lama dia menunggu sambil beberapa kali menoleh ke arah jam tangannya. Kemudian dia bergegas berdiri begitu melihat sang pujaan menoleh kanan kiri seperti mencari seseorang yang dia tunggu persis di koridor seberang jalan. Spidey mencoba mendekati cintanya... namun dalam hitungan detik dari arah berlawanan seorang pria mendekati pujaannya. Ekspresi kaget, lama tak berjumpa, saling memeluk dan cium pipi kanan kiri terlihat nyata di depan mata.... Sang cinta pun pergi meninggalkan koridor, namun masih sempat menoleh kanan kiri untuk mencari seseorang yang sedang ditunggunya....
Tiga bunga lili putih yang sudah disiapkan pun menyentuh aspal jalan... berserakan.... Seperti hatinya yang luluh lantak berantakan malam itu. Energinya lagi-lagi tidak bisa disalurkan. Dia tidak bisa ekspresif lagi malam itu gumamnya... Dia hanya bisa menatap nanar melihat cintanya yang hilang pelan-pelan dari pandangannya bersama pria lain. Dia jalan terpekur menyusuri jalan, sambil merenungi apa yang terjadi malam itu.
Cinta memang butuh pengorbanan. Sekeras apapun pengorbanan itu dilakukan, pada akhirnya kembali lagi ke tujuan Spidey menjalani hidup. Apakah hidup untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan orang lain adalah melulu harus di atas segalanya bagi si Spidey?? Atau kebahagiaan wanita pujaannya lebih utama di atas segalanya? Dia tidak sampai hati untuk membiarkan sang wanita masuk dalam lingkup kehero'annya... Saking cintanya pada sang wanita dia tidak mau, satu goresan saja dari musuh bebuyutannya mengenai si pujan hati.... Di antara dua hilir itu dia hanya bisa berdiri di hulu. Menahan konflik cinta rumit di dalam hati.
Ada yang harus dikalahkan untuk kepentingan banyak hal....
ERS
bersiap mau makan amigos sesegera mungkin....
Sekawanan penjahat dalam balutan panik dan ketergesaan meluncur deras membawa mobil untuk melarikan diri dari kejaran polisi. Penjahat yang digambarkan sangat brutal itu men dar der dor siapa saja yang menghadang... Spidey tidak bisa tinggal diam, sekelompok orang membutuhkan bantuannya.... Dia harus rela menghabiskan waktunya meninggalkan cintanya yang masih bertengger di dalam hati untuk kepentingan orang lain yang lebih membutuhkannya. Dia kejar para penjahat itu dan berhasil meringkusnya dalam sekejap. Dia keluarkan senjata pamungkasnya dengan menjulurkan jaring laba-laba andalannya dan penjahat pun terjerembab seketika. Suksess...
Lalu Spidey berbalik arah, radarnya bergegas menuju cintanya yang sedang menunggu janjinya untuk melihat pementasannya malam itu. Malang tak dapat ditolak... si petugas tiket masuk dengan wajah mendongak malah mengerjainya bertubi-tubi... Semua dilakoni dengan sabar. Tapi walhasil dia tetap tidak boleh masuk, karena door sign menunjukkan kalau yang terlambat tidak boleh masuk, bisa membuyarkan konsentrasi para pemain katanya... Dengan sekuat tenaga dia berusaha meyakinkan si petugas untuk menghindari kekecewaan sang wanita pujaan dan menyebutkan kalau sang wanita sangaatt menginginkan kehadirannya malam itu. Tetap si petugas tak bergeming untuk mengabulkan permintaannya. Tidak Suksesss....
Spidey menunggu sang wanita pujaan di anak tangga seberang jalan. Lama dia menunggu sambil beberapa kali menoleh ke arah jam tangannya. Kemudian dia bergegas berdiri begitu melihat sang pujaan menoleh kanan kiri seperti mencari seseorang yang dia tunggu persis di koridor seberang jalan. Spidey mencoba mendekati cintanya... namun dalam hitungan detik dari arah berlawanan seorang pria mendekati pujaannya. Ekspresi kaget, lama tak berjumpa, saling memeluk dan cium pipi kanan kiri terlihat nyata di depan mata.... Sang cinta pun pergi meninggalkan koridor, namun masih sempat menoleh kanan kiri untuk mencari seseorang yang sedang ditunggunya....
Tiga bunga lili putih yang sudah disiapkan pun menyentuh aspal jalan... berserakan.... Seperti hatinya yang luluh lantak berantakan malam itu. Energinya lagi-lagi tidak bisa disalurkan. Dia tidak bisa ekspresif lagi malam itu gumamnya... Dia hanya bisa menatap nanar melihat cintanya yang hilang pelan-pelan dari pandangannya bersama pria lain. Dia jalan terpekur menyusuri jalan, sambil merenungi apa yang terjadi malam itu.
Cinta memang butuh pengorbanan. Sekeras apapun pengorbanan itu dilakukan, pada akhirnya kembali lagi ke tujuan Spidey menjalani hidup. Apakah hidup untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan orang lain adalah melulu harus di atas segalanya bagi si Spidey?? Atau kebahagiaan wanita pujaannya lebih utama di atas segalanya? Dia tidak sampai hati untuk membiarkan sang wanita masuk dalam lingkup kehero'annya... Saking cintanya pada sang wanita dia tidak mau, satu goresan saja dari musuh bebuyutannya mengenai si pujan hati.... Di antara dua hilir itu dia hanya bisa berdiri di hulu. Menahan konflik cinta rumit di dalam hati.
Ada yang harus dikalahkan untuk kepentingan banyak hal....
ERS
bersiap mau makan amigos sesegera mungkin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar