Jumat, 19 September 2008

Aku Ingin Seputih Melati



Aku ingin seputih melati yang tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemana pun dan dimana pun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri. Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ia'nya tetap putih berseri. Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Ke kanan ia ikut, ke kiri ia pun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya.

Aku ingin seputih melati yang pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air di antara ribuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapa pun tak pernah melihatnya bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran. Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang sejuk.

Aku ingin seputih melati yang pada tangkai ia bersandar, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya, menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dan suka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang tanpa cobaan?

Aku ingin seputih melati yang pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya. Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna putih. Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagi putih?

Aku ingin seputih melati yang pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masing memahami tugas dan peranannya. Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih.

Aku ingin seputih melati yang pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan, seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah, pertanda melati siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Aku ingin seputih melati yang pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya. Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru, agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih. Yang tetap berseri di semua suasana alam.

Aku ingin seputih melati yang pada unggas ia berteriak, terombang-ambing menghindari paruhnya agar tak segera pupus. Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya, yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.

Aku ingin seputih melati yang yang pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya. Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya, tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati, seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati.

Dan kepada melatiku, tetaplah menjadi melati di tamanku. Karena, aku akan menjadi angin, menjadi hujan, menjadi tangkai, menjadi matahari, menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takkan pernah menjadi debu atau unggas yang hanya akan merusak keindahannya, lalu meninggalkan melati begitu saja (Bayu Gautama).

Persis seperti dikutip dari Jay adalah Julian # Seputih Melati

Aku Ingin Seputih Melati yang diperlakukan seperti Melati.......


ERS, 20 September 2008

yang masih di depan komputer abis saur dan subuh


Jumat, 12 September 2008

Membakar Uang



Sesuatu yang dulu kita miliki, sekarang tidak ada lagi cukup sulit diterima lapang. Salah satunya adalah konsep diri saya yang dulu dikenal sebagai Evie yang imut dan mungil. Hahahaha... sekarang menjelma menjadi Evie yang gendut dan sangat terlihat sehat makmur... Persis sama seperti komentar teman saya tadi malam... wealah, gak enaknya... Aminnn, timpal saya... saya pasti mengamini setiap harapan saya. Lama saya hanya mengamini, tanpa berbuat apa-apa. Lama pikiran saya membayangkan indahnya dunia ini jika saya bisa terlihat kurus cantik dengan balutan baju-baju mungil saya yang lumayan branded dan sexy karena pada masa itu saya sedang senang-senangnya menghabiskan uang hasil kerja saya... maklummm penyakit anak muda yang mendadak boros seolah dunia ini juga bisa dibeli tanpa pikir panjang. Lama pikiran saya menginginkan ketika acara kumpul keluarga dan temu kangen dengan teman lama ada teriakan yang menyebutkan, Evvvviiiiiieeeee jadi kurus ya sekarang? Apa si resepnya bisa jadi kurus lagi?? dan saya akan menjelaskan dengan terperinci setiap usaha yang saya lakukan untuk mengubah bentuk badan saya dari sekian kilo menjadi sekian kilo dengan bersemangat disertai sedikit hiperbola disana-sini. Biar seru.... Lama pikiran saya menginginkan mantan pacar saya masih melihat saya dalam postur sama seperti dulu; tidak lebih kurang boleh; red... ketika pacaran berukuran S sometime SS dan bercelana jeans di 27 atau 28... Lama pikiran saya membayangkan bangganya bersanding dengan ibu-ibu teman Luna di sekolahan dan sanggar yang terlihat punya karier menjulang dengan tampilan keren dan ramping, dan saya menjadi bagian dari komunitas yang punya selera sama dan tidak njomplang ibarat perahu berat sebelah... oleng... Maaf lagi-lagi saya malu menyebutkan berapa kilo kesatuan berat itu saya sandang sekarang ini. Wwuiih... menyebalkan.... setiap kali ada pertanyaan BB atau weight : ? kilos... di formulir-formulir itu. Kenapa angka depannya masih di angka itu yaaaaaaa??? Alhamdulillah vie masih 2 digit belum 3... Haaaaaahhh? gubraks... sedemikian parahnya sampai analogi itu bisa diluncurkan dari mulut seseorang untuk saya??? Sangat ekstrim rasanya, dari seorang Evie yang dulu imut mungil bisa dikata-katai dengan kata-kata menyayat hati seperti itu... Hancurrrr hati saya... tapi teteeeeeeeuuuuppp tidak bergeming untuk do something for my own life...

Menembus lorong waktu ke belakang; biar semangat kalau ngomongin BB, ini sejarah perkembangan fisik saya.... Lahir mama bilang berat saya 3.4 kilo, ketika Balita kecil, tidak gemuk... dengan sering mengalami cacingan beberapa kali... Saya ingat ketika papah membetot cacing putih itu dari tempatnya... hehehe, geli dan seperti mimpi buruk membayangkannya... karena saya berteriak histeris mendapati fenomena itu. Masa SD kecil namun membengkak ketika baru saja M di kelas 6 SD; yang diawali juga dengan histeris karena mendapati sesuatu yang aneh saat itu.... siap-siap ngadepin Luna nanti... SMP seingat saya kurus.... habis badan saya terutama setelah saya mengalami gejala typhus dan aktif menggelinding bola basket setiap Sabtu. SMA pun kurus dengan posisi selalu di layer 2 kalau bikin piramid di ekskul cheers.... ; dan maaf cewek gendut memang tidak disarankan ikut cheers.. jadi yang tidak memenuhi persyaratan itu, mbok ya tahu diriiii.... ehem... Kuliah kurus juga di kisaran kepala 4 sampai dengan lulus kuliah. Yang nitip salam banyak; kakak kelas, anak MIPA, anak Sastra... tapi Tak Bisa Pindah ke Lain Hatinya KLa begitu kuat pengaruhnya saat itu... secara sang pacar sangat memonitor aktivitas saya. Ada aja info aneh pasti sampai ke ybs karena temannya juga banyak penghuni Jatinangor. Nah setelah join di PGI... si biang kerok penyebab saya mulai berubah datang di kehidupan saya.. maaf karena lingkungan luar di sana saat itu demikian kuatnya, dan saya tidak punya daya self control untuk melawan.... akhirnya terjadilah... tahun pertama SS, kedua S, ketiga M, keempat L, kelima XL sampai tahun kedelapan... benar-benar signifikan perkembangannya. MELAR.. saya menimbun sesuatu dalam tubuh saya.


Selalu saja pikiran itu datang... alah paling juga nanti gak nahan tuh liat makanan nganggur di depan mata... apalagi gratisaaaaannnn.... nggak kukuuuu.... terlalu sayang untuk dilewatkan. Pikiran liar membayangkan enaknya si segudang gula lewat proses yang berliku di badan saya bisa menghasilkan lemak yang bertumpuk disana-sini. Yah cuma mulut aja yang bisa merasakan enaknya itu makanan... tapi kenapa organ saya yang lain yang harus menanggung beratnya penderitaan setelah si mulut merasakan kebahagiaan yaaa??? Alah Evie... yang terlalu menerima semua pengkondisian yang ada.... sekali lagi dapat dipastikan tidak mampu menolak banyaknya stimulan itu. Bener itu yang dibilang Rhoma Irama, tapi makan bukan perbuatan terlarang bung... eits dalam konteks ini, yup... itu bener-bener perbuatan terlarang... Abis enak sih.... mau gimana lagi??? Saya menjadi sekarang ini karena saya sendiri yang tidak kuat membendung nafsu saya untuk makaaaan. Locus of control saya lemaahhhh... Tersadar ketika inget celotehan suami yang menyakitkan hati ... hehehehe... tapi lagi-lagi kambuh jebol pertahanan diri....


Jujur saya paling takut kalau harus mencek fisik saya lewat serangkaian medical check up... asam urat, kolestrol, lemak, gula darah dalam takaran tertentu ditelusur lewat sejumlah alat itu. Pengen tau tapi nggak siaaap terima kenyataan. Ngeri membayangkan bagaimana saya nanti kalau tidak berubah dari sekarang. Tapi tetep gak bergeming masih di tataran pikiran namun belum ada tindakan nyata... Please deh Vie, PIC for ISO 9001 & 14001 nya PGI dulu... masa gak tau istilah preventive & corrective action untuk antisipasi founding : MNC (Major Non Conformance) sampai ke level O (Observation). Usaha sekuat tenaga dilakukan untuk mencegah terjadinya temuan-temuan itu, tapi diri sendiri terabaikan... Ya Alloh, lama saya tidak mensyukuri karuniaMu dengan memelihara pemberianMu ini.... Tidak tahu diri rasanya.... Maafkan saya....


Pas momentumnya di 2008.... Saya selalu bilang bahwa tahun 2008 adalah tahun dimana saya harus keluar dari wilayah kenyamanan saya... Pengkondisian pengurusan adalah hal yang harus dilakukan mulai tahun ini. Sekarang waktunya untuk melakukan evolusi terhadap fisik saya sendiri.... perkembangan fisik saya ingin berevolusi dalam satuan kilo... bergerak mundur ke arah lebih baik, adalah tetap dalam kerangka evolusi seperti pergerakan phitecantropus erectus ke homo sapiens... ; benci saya pelajaran itu... dari XL ke L ke M ke S dan berakhir di SS.... Harus bisa. Dengan cara apapun itu. Dalam kerangka Walk My Talk untuk keluar dari wilayah kenyamanan saya dan itu harus tercapai. Salah satu mimpi saya adalah saya bisa bercerita dengan penuh keyakinan that one of my biggest achievement in my personal life when I could reduce my weight from 65 (timbangan rumah) to 45 kilos. I will...! Thats one of my personal KPI. 20 kilos lost! Seorang teman menyebutkan saya adalah pengondisi pikiran yang handal, thanks dear.... dan saya akan buktikan itu untuk ini.


Dipikir-pikir usaha yang saya lakukan sekarang tak ubahnya seperti upaya membakar uang hasil keringat saya sendiri ya...? Hukum rata-rata menyebutkan mereka gemuk dimulai ketika mereka mulai bekerja. Lihat saja sejarah perkembangan fisik saya di atas. Coba bandingkan foto kebanyakan orang, jaman SMA atau kuliah dengan foto setelah mereka bekerja dan berkeluarga. Hahahaha.... sayangnya pernyataan itu bukan hasil dari sebuah penelitian... Dari dulu saya timbun semua lemak di badan saya dengan uang hasil kerja keras saya. Beli coklat, es krim, makan makanan enak di aneka tempat, kadang traktir sana-sini, dan kadang ditraktir dari hasil pertemanan dunia kerja. Lalu sekarang saya bakar timbunan itu dengan berolahraga, lagi-lagi menggunakan uang hasil kerja keras saya. Upaya itu analoginya sama seperti saya membakar hasil dari uang-uang yang saya keluarkan yang menyebabkan saya gendut.... Hahahaha.... lucu juga ya???

"Jadikan Sikap Saya Sekutu Saya"


ERS, 14 September 2008
nerusin tulisan yang insightnya didapet jumat minggu lalu






Sabtu, 06 September 2008

Who am I then Who are you?



Semua orang ingin mengubah dunia atau orang lain diluar dirinya... tetapi tak ada satu pun yang ingin mengubah dirinya sendiri. Padahal, lah apa mudah mengubah sesuatu, seseorang atau apapun itu jika kita sendiri tidak tahu siapa diri kita?? Hihihihi... Orang yang ingin unggul mempengaruhi orang lain dan mengubah lingkungan di luar dirinya harus punya pikiran efektif yang paham sejauhmana peranan dirinya, baik pada diri sendiri maupun orang lain di luar dirinya. Dia paham sepaham-pahamnya posisi dirinya di antara mereka dan lingkungannya. Jadi hati-hati jika kita bilang kita ingin mengubah orang lain sementara kita sendiri tidak tau siapa diri kita... ?


Orang diluar sana dengan sedemikian rupa pengkondisian yang mengitarinya ibarat sebuah sistem. Tapi apa iya sistem tidak bisa berubah? Tentu tidak.... sistem akan berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Dan suka atau tidak suka, ketika kita nempel pada suatu sistem maka kita harus menjalani kehidupan kita sesuai sistem itu. Artinya kita harus bisa hidup dengan sistem kita yang terdiri dari leburan kehidupan di luar kita dengan orang-orang berjuta karakter yang terkait di dalamnya.


Delalah... ketika kita ditanya oleh orang lain dengan pertanyaan, who are you? Kita akan terjebak dengan menggambarkan serentetan kepribadian kita, status sosial kita, dan beragam atribut yang kurang tepat menggambarkan siapa diri kita.... Sama seperti saya... saya pun seperti itu.... saya juga terjebak dalam fenomena yang sama. Saya tidak punya kata-kata yang pas untuk bisa menggambarkan diri saya sendiri. Who are you? Siapa kamu? Saya Evie..... Saya tidak bertanya siapa nama kamu, tetapi saya bertanya siapa kamu? Saya adalah seorang istri dan ibu dari seorang putri. Saya tidak bertanya status kamu, saya bertanya siapa kamu? Saya orang yang menyukai pertemanan dan menyisakan sedikit ruang bukan untuk kepentingan diri saya sendiri. Saya tidak bertanya mengenai kepribadian kamu, saya bertanya siapa kamu? Ampuuuuunnnn, saya jadi malu sendiri... karena mendadak saya jadi tidak tau siapa saya???? Apa kata-kata pas yang bisa mewakili diri saya ya??
Sementara saya bingung dengan diri saya.... bagaimana saya bisa punya pemikiran mau mengubah orang lain?? Tahu diri sendiri aja bingung.... bagaimana saya bisa mengubah diri saya... bagaimana saya bisa mengubah orang lain... bagaimana saya bisa mengubah dunia ??? Hal ini juga menggejala ketika saya bertanya pada orang-orang yang kebanyakan tidak mengetahui apa kekuatan dirinya dibandingkan orang di sekitar dirinya dan apa kekurangannya dibandingkan mereka. Dan kalaupun mereka bisa menjelaskan seabreg kekuatan mereka, tetap saja emoh untuk menyebutkan kekurangan itu. Kenapa tidak bicara apa adanya? Katanya mau mengubah dunia??? Tapi untuk bicara mengenai diri sendiri saja sudah malu, emoh, sungkan dan sejumlah keengganan lainnya... Sibuk dengan pikiran sendiri...
Jadi masih mau mengubah dunia sebelum kenal diri sendiri??
Evie di Sabtu malam, 6 September 2008
lagi nungguin suami yang belum pulang

Kamis, 04 September 2008

Who I want to Meet?



Pentingnya menjaga semangat lewat berdekatan dengan orang-orang yang tidak dikotak-kotakkan dalam kesatuan utuh 9P People Excellence. Alangkah indahnya dunia ini..... Tentram damai dan sejuta rasa lainnya tidak cukup mewakili apa yang saya rasakan jika mereka ini terlibat dalam kehidupan saya. Tidak hanya kenal dengan nama saja, tapi kenal dengan pribadinya secara utuh. Saya tidak pernah bermimpi bisa bertemu dengan orang-orang yang cukup berpengaruh dalam hidup saya. Bisa memberikan pikiran-pikiran segar yang menginspirasi. Menuju lorong waktu di belakang hidup saya.... Saya tidak pernah bermimpi bisa berdiri di atas ego, id dan super ego saya dan berinteraksi dengan orang Jawa, orang Batak, orang Padang, orang Sunda, orang Jepang, orang India, ... dan aneka ras lainnya.

Siapa segelintir orang yang cukup berpengaruh dalam hidup saya....? Kalau saya runut lagi ke belakang, ada beberapa nama yang muncul. Pertama adalah teman sebangku saya di SMA dulu, Ike Marieta yang memberikan pencerahan untuk memilih Psikologi sebagai salah satu jurusan yang saya pilih di UMPTN. Tanpa disadari olehnya, saya sangat suka dan selalu ingat pernyataan dia, yang menyebutkan.... "Vie, kalau Ike jadi cowok... Ike akan pilih Evie jadi cewek Ike...". Saya kaget sekali ketika dia bicara seperti itu. "Oh ya? Kenapa ke...?". Karena Evie seorang yang menyenangkan, selalu ceria, mau dengerin orang dan selalu rame di setiap kesempatan. Ada aja cerita lucu yang mengalir.... Pasti cowok seneng punya pacar kayak Evie". Itu jawaban yang dia sampaikan. "Evie ambil Psikologi aja yuk...UMPTN nanti. Evie pasti cocok ambil itu". Saya jawab, "Iya ya Ke....? Bingung niiy, kayaknya mau ambil Komunikasi aja. Pengen jadi Reporter TV. Kayaknya asyik...". "Komunikasi kan bisa dipelajari.....". Benar juga, pikir saya waktu itu.... Walhasil kita berdua berhasil masuk Psikologi di UNPAD. Jalanin pendaftaran di UNPAD sama-sama, berPatrikawan bareng, ngerjain tugas sering juga sekelompok, cari tebengan ke Jatinagor dan sama-sama terpilih magang di Assessment Center Telkom dari sekian banyak kandidat yang apply saat itu. Senangnya kita berdua, ngerasain gaji pertama dari hasil magang sebesar 400 ribu. Ike yang pintar dan baik. Orangnya sangat lugas. Kalau saya tidak dengarkan dia saat itu.... Saya tidak akan seperti sekarang ini........
Yang satu ini mantan pacar... Donny Sulistian, si pria Leo yang lahir di Jakarta tanggal 25 Juli 1976. Dia pacar pertama saya. Saya komit untuk mau pacaran di umur 17 tahun. Dan itu terjadi. Saat orang lain sudah mulai pacaran di bangku SMP.... udah mulai naksir dan ditaksir, tapi saya keukeuh... pacaran harus di umur 17 tahun. Sederhana, karena film dewasa hanya untuk mereka yang berumur 17 tahun ke atas... hehehe... Darinya saya mengerti apa itu cinta... Teman bertukar pikiran, melampiaskan emosi, menangis dan tahu apa itu ciuman dan sekitarnya, hehehehe.... Dia adalah penyemangat hidup saya saat itu, dia bintang kelas. Selalu masuk di jajaran ranking 3 besar. Satu kali saya pernah melampaui dia di kelas 1 SMA. Senang juga, saya selalu bilang itu kalau kita bahas soal intelegensi. Dia memperlihatkan bagaimana bersaing dalam ilmu bisa menjadi begitu menarik dan menebarkan hawa positif sehingga saya ingin belajar keras dan berusaha menunjukkan yang terbaik. Saya memutuskan dengan cara apapun juga saya harus masuk UMPTN, dan akhirnya berhasil adalah karena Donny.... dan saya bisa menyelesaikan S1 saya dengan IPK peringkat ke-2 terbaik di Angkatan 94 juga karena dia.... Di tengah ketidaksabarannya menemani saya dan ketergantungannya pada keluarga, dia sangat bisa diandalkan. Makasih ya Don buat semuanya... Kita udah banyak lewatin masa sulit dan senang... Inget gak, waktu kita jalan bareng dari sekolah ke rumahku di nilem? Ngirit, biar bisa makan baso langganan di Jl. Kancra?? hehehehe.... senangnya masa-masa itu....
Siapa lagi orang yang berpengaruh dalam hidup saya? Bapak Roeland Niode. Mantan boss saya di PGI dulu, sekarang menjabat sebagai anggota DPD dari Gorontalo.... Beliau orang yang sangat baik. Darinya saya belajar untuk peduli pada orang lain dengan menggunakan hati. Siapa yang tidak kenal beliau di lingkungan perusahaan Gobel Group? Termasuk saudara dekat Bpk. Rachmat Gobel. Berkakek seorang Pahlawan Nasional dan sangat mapan serta gagah berwajah ganteng. Hahaha... Beliau sangat berkelas. Tapi orang pertama melihat dia pasti akan ketakutan dan merasa terintimidasi.... Sangar... tapi hatinya sangaaaaaatttt baik. Kalau tidak ada beliau pada saat saya kesulitan di tahun 2003, saya tidak tahu apa jadinya saya dan keluarga inti saya....? Hancurrrrrr. Alloh membantu saya lewat perantaraan beliau. Sampai sekarang saya masih menjaga hubungan dengan berkirim sms. Saya anggap dia sebagai ayah saya setelah Papah. Semua orang disana menganggap saya tangan kanannya Pak Roeland. Padahal biasa-biasa aja tuch... Pernah dia menawarkan saya untuk stay di Yogya selama 6 bulan dalam kerangka dinas. Agar saya bisa punya anak.... ADduuh, saya tidak bisa terima tawaran itu. Maaf Pak... saya sangat tidak bisa menyanggupinya.... Bapak sangat baik.... Terimakasih untuk semuanya ya Pak..... Terimakasih juga untuk kesabarannya menghadapi saya yang banyak becandanya ke Bapak...
Yang satu ini adalah Bpk. Siswanto Karyogoeno, Direktur HRS PGI yang oleh banyak orang dianggap sebagai public enemy... hehehehe, maaf Pak... Saya sempat punya rasa benci terhadap beliau. Ada perasaan saya tidak bisa mempercayai beliau saat itu....Tapi ternyata pikiran saya itu salah besar. Walaupun saya harus membayar cukup mahal untuk harga sebuah kepercayaan itu. Dia yang selalu mengingatkan saya untuk tidak mudah puas diri, jangan pernah merasa nyaman. Walaupun dia menyampaikannya dengan bahasa yang kurang lazim, tapi saya betul-betulnya melihatnya secara positif.... Dia yang selalu bilang, "Kita di HR ini banyak yang nggak kemana-mana, karena mungkin kita tidak laku di luar sana?" Apa kita sudah jawab kemungkinan itu? Kalau kita tidak jajal diri? Kegemaran beliau membaca juga sangat menginspirasi. Dia itu dulunya orang susah, anak seorang petani yang di masa kecilnya tukang anter susu murni. Yang ambil master di usianya yang ke 46 tahun. Adduuuh, malu saya sama Bapak.... tapi masih tetap bersemangat dan aktif di usianya yang sekarang ini 57 tahun. Terimakasih ya Pak Sis, tanpa Bapak saya tidak akan keluar dari zona nyaman saya, singgasana kebesaran saya di pojok kanan itu....
Saya tidak tahu siapa lagi yang akan saya temui nanti? Ya Alloh yang merencanakan kehidupan yang terbaik untuk umatNya. Kalau saya boleh memohon padaMu, ijinkanlah saya untuk selalu dipertemukan dengan 9P PE ini........ Andai Alloh bertanya, "Siapa mereka itu Evie?" Saya akan menjawab, bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai karakter seperti ini ya Alloh.... Orang yang punya alasan yang jelas dalam mengerjakan apa yang dia kerjakan untuk mencapai tujuan hidupnya (Purpose). Orang yang selalu bergairah dalam beraktivitas yang selalu mendorong dirinya untuk mencapai tingkatan yang lebih baik lagi dan bisa menularkan gairah ini pada orang-orang di sekitar dirinya (Passion). Orang yang selalu tetap merasa bodoh dan haus untuk mau mengembangkan dirinya di masa mendatang kehidupan dirinya (Potential). Orang yang selalu menyadari eksistensinya sebagai seseorang adalah berguna, minimal untuk mencapai tujuan hidupnya sendiri (Presence). Orang yang melebur, mengakrabkan diri dengan lingkungan di sekitar dirinya secara tulus tanpa basa-basi dan dia sangat menikmati keberadaannya di lingkungan itu (Personal). Orang yang tahan banting secara berkelanjutan, tidak musiman (Persistence). Orang yang mau dan mampu menjalin hubungan dengan orang lain di dalam maupun diluar kehidupan pribadi rutinnya (People). Orang yang bisa mempengaruhi dan mengarahkan saya, dimengerti dalam bahasa akal dan hati saya (Potent). Dan yang terakhir, yang paling penting dari semuanya adalah, Orang yang dalam berpikir, berkata dan berbuat selalu berpijak pada perspektif positif (Positive).
Amin ya Robbal Alamiin.....

"Orang yang hidup dengan orang-orang yang mengasihi dan terlibat pertemanan yang positif, tidak mudah sakit dibandingkan sebaliknya".

ERS di hari Jumat, 5 September 2008

Pas jam istirahat hari Jum'at.