Sesuatu yang dulu kita miliki, sekarang tidak ada lagi cukup sulit diterima lapang. Salah satunya adalah konsep diri saya yang dulu dikenal sebagai Evie yang imut dan mungil. Hahahaha... sekarang menjelma menjadi Evie yang gendut dan sangat terlihat sehat makmur... Persis sama seperti komentar teman saya tadi malam... wealah, gak enaknya... Aminnn, timpal saya... saya pasti mengamini setiap harapan saya. Lama saya hanya mengamini, tanpa berbuat apa-apa. Lama pikiran saya membayangkan indahnya dunia ini jika saya bisa terlihat kurus cantik dengan balutan baju-baju mungil saya yang lumayan branded dan sexy karena pada masa itu saya sedang senang-senangnya menghabiskan uang hasil kerja saya... maklummm penyakit anak muda yang mendadak boros seolah dunia ini juga bisa dibeli tanpa pikir panjang. Lama pikiran saya menginginkan ketika acara kumpul keluarga dan temu kangen dengan teman lama ada teriakan yang menyebutkan, Evvvviiiiiieeeee jadi kurus ya sekarang? Apa si resepnya bisa jadi kurus lagi?? dan saya akan menjelaskan dengan terperinci setiap usaha yang saya lakukan untuk mengubah bentuk badan saya dari sekian kilo menjadi sekian kilo dengan bersemangat disertai sedikit hiperbola disana-sini. Biar seru.... Lama pikiran saya menginginkan mantan pacar saya masih melihat saya dalam postur sama seperti dulu; tidak lebih kurang boleh; red... ketika pacaran berukuran S sometime SS dan bercelana jeans di 27 atau 28... Lama pikiran saya membayangkan bangganya bersanding dengan ibu-ibu teman Luna di sekolahan dan sanggar yang terlihat punya karier menjulang dengan tampilan keren dan ramping, dan saya menjadi bagian dari komunitas yang punya selera sama dan tidak njomplang ibarat perahu berat sebelah... oleng... Maaf lagi-lagi saya malu menyebutkan berapa kilo kesatuan berat itu saya sandang sekarang ini. Wwuiih... menyebalkan.... setiap kali ada pertanyaan BB atau weight : ? kilos... di formulir-formulir itu. Kenapa angka depannya masih di angka itu yaaaaaaa??? Alhamdulillah vie masih 2 digit belum 3... Haaaaaahhh? gubraks... sedemikian parahnya sampai analogi itu bisa diluncurkan dari mulut seseorang untuk saya??? Sangat ekstrim rasanya, dari seorang Evie yang dulu imut mungil bisa dikata-katai dengan kata-kata menyayat hati seperti itu... Hancurrrr hati saya... tapi teteeeeeeeuuuuppp tidak bergeming untuk do something for my own life...
Menembus lorong waktu ke belakang; biar semangat kalau ngomongin BB, ini sejarah perkembangan fisik saya.... Lahir mama bilang berat saya 3.4 kilo, ketika Balita kecil, tidak gemuk... dengan sering mengalami cacingan beberapa kali... Saya ingat ketika papah membetot cacing putih itu dari tempatnya... hehehe, geli dan seperti mimpi buruk membayangkannya... karena saya berteriak histeris mendapati fenomena itu. Masa SD kecil namun membengkak ketika baru saja M di kelas 6 SD; yang diawali juga dengan histeris karena mendapati sesuatu yang aneh saat itu.... siap-siap ngadepin Luna nanti... SMP seingat saya kurus.... habis badan saya terutama setelah saya mengalami gejala typhus dan aktif menggelinding bola basket setiap Sabtu. SMA pun kurus dengan posisi selalu di layer 2 kalau bikin piramid di ekskul cheers.... ; dan maaf cewek gendut memang tidak disarankan ikut cheers.. jadi yang tidak memenuhi persyaratan itu, mbok ya tahu diriiii.... ehem... Kuliah kurus juga di kisaran kepala 4 sampai dengan lulus kuliah. Yang nitip salam banyak; kakak kelas, anak MIPA, anak Sastra... tapi Tak Bisa Pindah ke Lain Hatinya KLa begitu kuat pengaruhnya saat itu... secara sang pacar sangat memonitor aktivitas saya. Ada aja info aneh pasti sampai ke ybs karena temannya juga banyak penghuni Jatinangor. Nah setelah join di PGI... si biang kerok penyebab saya mulai berubah datang di kehidupan saya.. maaf karena lingkungan luar di sana saat itu demikian kuatnya, dan saya tidak punya daya self control untuk melawan.... akhirnya terjadilah... tahun pertama SS, kedua S, ketiga M, keempat L, kelima XL sampai tahun kedelapan... benar-benar signifikan perkembangannya. MELAR.. saya menimbun sesuatu dalam tubuh saya.
Selalu saja pikiran itu datang... alah paling juga nanti gak nahan tuh liat makanan nganggur di depan mata... apalagi gratisaaaaannnn.... nggak kukuuuu.... terlalu sayang untuk dilewatkan. Pikiran liar membayangkan enaknya si segudang gula lewat proses yang berliku di badan saya bisa menghasilkan lemak yang bertumpuk disana-sini. Yah cuma mulut aja yang bisa merasakan enaknya itu makanan... tapi kenapa organ saya yang lain yang harus menanggung beratnya penderitaan setelah si mulut merasakan kebahagiaan yaaa??? Alah Evie... yang terlalu menerima semua pengkondisian yang ada.... sekali lagi dapat dipastikan tidak mampu menolak banyaknya stimulan itu. Bener itu yang dibilang Rhoma Irama, tapi makan bukan perbuatan terlarang bung... eits dalam konteks ini, yup... itu bener-bener perbuatan terlarang... Abis enak sih.... mau gimana lagi??? Saya menjadi sekarang ini karena saya sendiri yang tidak kuat membendung nafsu saya untuk makaaaan. Locus of control saya lemaahhhh... Tersadar ketika inget celotehan suami yang menyakitkan hati ... hehehehe... tapi lagi-lagi kambuh jebol pertahanan diri....
"Jadikan Sikap Saya Sekutu Saya"
ERS, 14 September 2008
nerusin tulisan yang insightnya didapet jumat minggu lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar