Rabu, 29 Oktober 2008

S O S


Sayangku aku hanyut
Ombak haru menghempasku jauuuuhh
Semilir angin tak mampu melegakan aku

Sayangku aku ingat kamu
Oleh-olehmu selalu menyesakkan dadaku
Susah payahmu terasa sampai nadiku

Sayangku aku mohon
Oleng hatiku jangan kau guncang lagi
Setiap sudut di Bandung semua hanya kamu

Sama persis seperti yang kamu bilang
Oktober adalah bulan kamu dan aku
Surat cinta pertamamu genap 15 tahun sudah

Sayangku aku ingat lagu kita
Obat luka di hatiku sebelum aku berlabuh
Sayangnya bukan kamu pelabuhan terakhirku


For the old time shake... on sweet 20th October 1993
ERS








Minggu, 12 Oktober 2008

Nggak Usah Pakai Judul

kataku aku sudah tumpul
kataku aku kaku berjemari busuk
lelah aku mengutuk
cuma sampah
layaknya ban menginjak buntut kucing yang tercekik

kataku aku basi
lukaku sudah tidak lagi menarik hati
itu lagi, usang, lagu lama, bosan
aku hanya makian
karena cintaku mati tertelan dusta

kataku aku nyaris mati
mampus ditelan dusta yang jadi raja
senyum manis basa basi
aku memang sang ratu dunia opera

aku hidup dibelenggu dusta
48 purnama dipenuhi ekstase palsu
kalau memang tak ada nanti
kenapa harus ada yang lalu

aku pendusta
ahli pendusta jalang!


throw an old line out to sea.... to see if I can catch a dream....

dapet inspirasi bis ngerokok di kamar mandi tadi

Mereka Menangisimu dari Belakang

kamu pasti mengerti bahwa sEorang sahabat akan tertawa gembira jika kau bahagia
sEorang sahabat akan menangis jika kau sedih

kEmbalilah sahabat
apakah disana kau tEmukan keinginanmu?
atau disini tidak lagi bErarti apa-apa?

apakah Engkau ingin menangkap burung
sEmentara sayapnya ada di tanganmu?

ataukah Engkau ingin mencari sesuatu
sementara yang ada di hadapanmu Engkau lupakan?

sahabat...
lihatlah mEreka
pandanglah wajah mEreka satu persatu
tidakkah kau lihat mata merEka bagaikan air telaga yang hampir meluap?
tidakkan kau lihat raut mereka mEnyiratkan teriakan?
tidakkah kau liat lidah merEka kelu?
bibir mereka bergEtar...
mEnahan rasa itu?

sahabat...
jangan palingkan wajahmu
karena merEka tidak pernah berpaling darimu... sedetik pun
pandanglah mereka ketika kau hEndak melangkah ke depan...
palingkan wajahmu sedikit saja ke bElakang
lihatlah...
mereka sangat mEnginginkanmu.......

lihatlah merEka berdiri kaku
saling berpegangan tangan... bErangkulan
utuh namun kurang... hampa di dalam...
mereka berusaha tEgar saling menopang di hadapanmu
ketika kau melangkah melEwati garis itu
mereka tak kuasa mElambaikan tangan
dengarkan isak merEka yang tertutup oleh kerasnya hatimu
tidakkah kau lihat airmata mereka sudah mEngalir?
dEngarkan setiap hela nafas mereka yang putus-putus...

sahabat...
merEka masih ada untukmu
seberapa bErat yang kau pikul
bagilah dengan mEreka
agar pikulanmu menjadi ringan
dan semua akan selEsai....

kamu masih bErarti untuk mereka
mereka masih bErarti untuk kamu....
itu kEnapa.... selalu ada mereka di antara kita....


E for Excellent


sambil nemenin Luna belajar nulis nama evie, di minggu malam yang cukup dingin

Mereka di antara Kita

Kita selalu bicara tentang mereka
Ternyata kita bukan hanya kita
Tapi ada mereka.....