Minggu, 12 Oktober 2008

Mereka Menangisimu dari Belakang

kamu pasti mengerti bahwa sEorang sahabat akan tertawa gembira jika kau bahagia
sEorang sahabat akan menangis jika kau sedih

kEmbalilah sahabat
apakah disana kau tEmukan keinginanmu?
atau disini tidak lagi bErarti apa-apa?

apakah Engkau ingin menangkap burung
sEmentara sayapnya ada di tanganmu?

ataukah Engkau ingin mencari sesuatu
sementara yang ada di hadapanmu Engkau lupakan?

sahabat...
lihatlah mEreka
pandanglah wajah mEreka satu persatu
tidakkah kau lihat mata merEka bagaikan air telaga yang hampir meluap?
tidakkan kau lihat raut mereka mEnyiratkan teriakan?
tidakkah kau liat lidah merEka kelu?
bibir mereka bergEtar...
mEnahan rasa itu?

sahabat...
jangan palingkan wajahmu
karena merEka tidak pernah berpaling darimu... sedetik pun
pandanglah mereka ketika kau hEndak melangkah ke depan...
palingkan wajahmu sedikit saja ke bElakang
lihatlah...
mereka sangat mEnginginkanmu.......

lihatlah merEka berdiri kaku
saling berpegangan tangan... bErangkulan
utuh namun kurang... hampa di dalam...
mereka berusaha tEgar saling menopang di hadapanmu
ketika kau melangkah melEwati garis itu
mereka tak kuasa mElambaikan tangan
dengarkan isak merEka yang tertutup oleh kerasnya hatimu
tidakkah kau lihat airmata mereka sudah mEngalir?
dEngarkan setiap hela nafas mereka yang putus-putus...

sahabat...
merEka masih ada untukmu
seberapa bErat yang kau pikul
bagilah dengan mEreka
agar pikulanmu menjadi ringan
dan semua akan selEsai....

kamu masih bErarti untuk mereka
mereka masih bErarti untuk kamu....
itu kEnapa.... selalu ada mereka di antara kita....


E for Excellent


sambil nemenin Luna belajar nulis nama evie, di minggu malam yang cukup dingin

Tidak ada komentar: