Minggu, 09 November 2008

Sebuah Kegilaan Bernama Pesakitan Telanjang


Letih aku dengan kubur kata
Kuping muntah mendengar tudingan
Akulah pesakitan telanjang seketika

Maaf, aku bukan perempuan bermental tempe
Untuk apa aku gubris?
Aku bukan kamu

Masih mau berkutat disitu?
Loncat saja beralih
Jangan mati angiiiinnnn

Meski teropongmu bisa menjangkau jauh
Masih mau jadi hakim sesat?
Aku kini adalah aku


Kamu ingin segala fakta terpapar
Aku seterbukanya aku
Semua masih di relnya

Dalih kepentingan asa di atas segalanya
Tau apa kamu soal asa itu?
Pembenaran di atas kalut

Namun nalarku tau
Tenggelam sudah nyala itu
Berat jadi kamu

Dan sekarang aku pilu
Prihatin di sudut belakang
Padamu... Padanya...

Jangan biarkan rasa kemarin muncul lagi sekarang....

di tengah ramainya Luna berceloteh tentang ultah Kiki pagi ini, di minggu malam bersiap bikin mie dan mandi...






Tidak ada komentar: